Minggu, 06 Oktober 2013

|Be Realistic|


Dalam pandangan awam saya, masih tertanam jelas bahwa doa dan ikhtiar adalah harga mutlak untuk mencapai keberhasilan. Seperti nenek-nenek saya bilang, doa tanpa ikhtiar sama saja artinya malas. Pun sebaliknya, iktiaaar mulu tanpa doa artinya sombong. Saya resapi kata-kata itu sepenuh hati.

Namun, kenyataanya untuk istiqomah menjalankan keduanya bukanlah suatu hal yang mudah (setidaknya untuk saya!). Ada masa-masa futur iman, ketika ketaatan mulai berkurang dan tergilas oleh padatnya kegiatan (padahal kalau dipikir ya, padat apa juga: artis bukan, presiden apalagi. Aigoo..).

Nah, sekarang bagaimana jika sebaliknya. Ada orang yang kerjanya hanya sesekali, selebihnya berdoaa saja. Penuh keyakinan rezeki ada yang atur. Saya salut (atau gregeten yaa? hehe..) bener nih degan orang macam ini. Apalagi lelaki dan sudah berkeluarga. Sungguh, saya belum sampai pada taraf itu. Pada keyakinan penuh tanpa ada usaha yang berarti. Nonsense. Bukankan Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak berusaha untuk itu? Jadi jelaslah, berusahalah sepenuh hati, selebihnya Allah yang akan mengatur hasilnya :)

Sekali lagi, ini hanyalah pandangan awam saya. Berdoa sangat penting, rezeki ada Allah yang atur, dan itu akan lebih maksimal jika kita mengusahakannya dalam ikhtiar yang maksimal pula. Hidup ini adalah tentang belajar, berusaha, dan berdoa.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar